Jelaskanstruktur pada tumbuhan paku Pembahasan Soal Biologi Mudah Tumbuhan paku merupakan tumbuhan fase sporofit. Jelaskan struktur pada tumbuhan paku yang mendukung pernyataan tersebut! Jawab: Sporofit (tumbuhan paku) dewasa menghasilkan sporofil (2n) atau daun penghasil spora. Nyatakan deret aritmetika berikut dalam bentuk notasi
Tumbuhan paku adalah sekelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati Tracheophyta tetapi tidak pernah menghasilkan biji untuk reproduksi seksualnya. Tumbuhan paku melepaskan spora sebagai alat penyebarluasan dan perbanyakannya. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan dengan tingkatan lebih tinggi dari lumut karena memiliki akar, daun, dan batang sejati. Tumbuhan jenis ini dapat ditemukan di daerah tropik dan subtropik, dari dataran rendah hingga dataran tinggi, kecuali daerah bersalju abadi dan lautan. Tumbuhan ini cenderung menyukai daerah yang lembab dengan ketersediaan air yang melimpah karena air dapat membantu pergerakan sel sperma menuju sel telur. Tumbuhan paku merupakan organisme fotoautotrof atau dapat membuat makanan sendiri dengan cara melakukan fotosintesis. Tumbuhan paku dapat tumbuh di tempat yang lembab atau higrofit, di air atau hidrofit, permukaan batu, tanah, dan menempel atau epifit di kulit pohon. Contoh Tumbuhan paku yang hidup di air adalah Azolla pinnata dan salvinia natans. Contoh tumbuhan paku menempel di pohon adalah Platycerium bifurcatum paku tanduk rusa dan Asplenium nidus paku sarang burung. Contoh jenis tumbuhan paku yang tumbuh di tanah adalah Adiantum cuneatum suplir dan Alsophila glauca paku tiang. Tumbuhan paku akan tumbuh subuh didaerah hutan hujan tropis. Secara umum tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut Tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina. Dalam siklus hidup metagenesis terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof. Daun tumbuhan paku juga tersusun atas jaringan epidermis, mesofil, dan pembuluh angkut. Berdasarkan ukuran dan fungsi daunnya tumbuhan paku dibedakan menjadi dua kelompok yang antara lain sebagai berikut a. Berdasarkan ukurannya Mikrofil. Berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan folium yang berarti daun, jadi daun ini memiliki ukuran yang kecil dan jaringan-jaringan di dalamnya belum terdiferensiasi secara jelas. Makrofil. Berasal dari kata makro yang artinya besar dan folium yang berarti daun, jadi daun ini memiliki ukuran yang besar dan sudah terdiferensiasi. Di sini sudah bisa didapatkan jaringan epidermis serta daging daun yang terdiri atas jaringan spons dan jaringan bunga karang. b. Berdasarkan fungsinya Tropofil. Merupakan daun yang hanya berguna untuk fotosintesis. Pada daun ini, tidak dihasilkan spora yang merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan paku. Sporofil. Merupakan jenis daun pada tumbuhan paku yang selain dapat digunakan untuk fotosintesis juga dapat menghasilkan spora. Spora tumbuhan paku terletak dalam sorus yang merupakan kumpulan dari kotak spora sporangium. Berdasarkan jenis-jenis spora yang dihasilkan, dikenal tumbuhan paku homospora, paku peralihan, dan paku heterospora. Paku homospora. Merupakan jenis paku yang hanya menghasilkan spora jantan atau spora betina saja. Contohnya adalah Lycopodium atau paku kawat. Paku peralihan. Merupakan jenis paku yang dapat menghasilkan dua macam spora, yaitu spora jantan dan spora betina. Namun, spora-spora yang dihasilkan tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya adalah Equisetum debile. Paku Heterospora. Merupakan jenis paku yang dapat menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang berbeda, yaitu spora jantan dan spora betina. Spora jantan memiliki ukuran yang lebih kecil, atau biasa disebut sebagai mikrospora dan spora betina memiliki ukuran yang lebih besar, atau biasa disebut sebagai makrospora. Contohnya adalah Marsilea crenata semanggi dan Selaginella widenowii. Klasifikasi Pterydophyta Tumbuhan paku Pteridophyta diklasifikasikan menjadi empat subdivisi, yaitu Psilophyta paku purba, Lycophyta paku kawat, Equisetophyta/ Sphenophyta paku ekor kuda, dan Filicinae/Pterophyta paku sejati. Psilophyta. Tumbuhan paku kelas ini belum memiliki daun dan akar, namun batangnya sudah memiliki berkas pengangkut, bercabang-cabang dengan sporangium diujungnya. Sporofil mengandung satu jenis spora, dikenal dengan istilah homospora. Contohnya, Rhynia Major dan Psylotum sp. Equisetophyta/ Sphenophyta disebut paku ekor kuda horsetail karena memiliki percabangan batang yang khas berbentuk ulir atau lingkaran sehingga menyerupai ekor kuda. Paku ekor kuda sering tumbuh di tempat berpasir. Contohnya adalah Equisetum debile atau paku ekor kuda. Lycopodinae. Kelas Lycophyta, tumbuhan paku berdaun kecil, batang seperti kawat, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul pada ujung ketiak. Contohnya, Lycopodium sp paku rane, Lycopodium clavatum paku kawat, Selaginella sp, dan marsilea crenata semanggi. Filicinae/Pterophyta paku sejati atau pakis merupakan kelompok tumbuhan paku yang sering kita temukan di berbagai habitat, terutama di tempat yang lembap. Filicinae/Pterophyta hidup di tanah, di air, atau epifit di pohon. Tumbuhan paku kelas ini sudah lebih tinggi tingkatannya dibanding kelas sebelumnya. Kelas Pterophyta sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Contohnya adalah paku pakis, Asplenium nidus paku sarang burung, Salvinia natans paku sampan, Adiantum farleyense ekor merak, dan lainnya. Metagenesis atau Pergiliran Keturunan Paku Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Ketika ada spora yang jatuh di tempat yang cocok, spora tadi akan berkembang menjadi protalium yang merupakan generasi penghasil gamet atau biasa disebut sebagai generasi gametofit, yang akan segera membentuk anteredium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang akan menghasilkan ovum. Ketika spermatozoid dan ovum bertemu, akan terbentuk zigot yang diploid yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit karena mampu membentuk sporangium yang akan menghasilkan spora untuk perkembangbiakan. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. Metagenesis tumbuhan paku Heterospora dan homospora dapat digambarkan dengan skema seperti di bawah ini. Manfaat Tumbuhan Paku Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat yang berperan dalam kehidupan manusia. Peranan tersebut ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan karena tumbuhan paku dianggap sebagai gulma. Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku antara lain bermanfaat. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum suplir, Asplenium nidus paku sarang burung dan Platycerium biforme paku simbar menjangan. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas Dryopteris yang mampu mengobati cacingan. Equisetum paku ekor kuda yang mempunyai fungsi diuretik. Diuretik adalah melancarkan pengeluaran urine dan Selaginella obat luka. Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga, seperti Lycopodium cernum Sebagai pupuk hijau. seperti Azolla pinnata bersimbiosis dengan ganggang biru Anabaena azollae yang mampu mengikat gas nitrogen N2 bebas. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata semanggi dan dan Pteridium aquilinum paku garuda
Salahsatu jenis jamur yang hidup sprofit pada tanaman yang sudah mati adalah .. A. Volvariella. B. Auricularia polytrica. C. Ustilago. D. Aspergillus. Protalium termasuk generasi paku yang menghasilkan. A. Spora. B. Gamet. C. Biji. D. kromosom haploid. Berikut yang bukan merupakan ciri-ciri umum dari tumbuhan dikotil adalah .
BerandaCiri-ciri tumbuhan paku adalah, kecuali …PertanyaanCiri-ciri tumbuhan paku adalah, kecuali … Tubuh kormus Tubuh peralihan antara talus dan kormus Generasi sporofit lebih dominan Memiliki pembuluh angkut Mengalami metagenesisNRMahasiswa/Alumni Universitas Negeri JakartaJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah B. PembahasanCiri-ciri tumbuhan paku Tumbuhan paku memiliki akar, batang, daun sejati sehingga disebut tumbuhan kormus Memiliki pembuluh angkut Mengalami pergiliran keturuan metagenesis Generasi sporofit lebih dominan daripada generasi gametofit Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah tumbuhan paku Tumbuhan paku memiliki akar, batang, daun sejati sehingga disebut tumbuhan kormus Memiliki pembuluh angkut Mengalami pergiliran keturuan metagenesis Generasi sporofit lebih dominan daripada generasi gametofit Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!10rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!isilham shinjiJawaban tidak sesuaiNANaufal AlwanJawaban tidak sesuai©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
Viewsoal BIOLOGY MISC at SMA Negeri 4 Bekasi. SOAL PTERIDOPYHTA 1. Tumbuhan paku memiliki ciri berikut kecuali : a. mengalami metagenesis antara gametofit dan sporofit b.
Gramedia Literasi – Tumbuhan paku atau sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi secara aseksual dengan spora. Tumbuhan paku disebut juga sebagai tumbuhan berpembuluh Tracheophyta karena memiliki pembuluh pengangkut. Simak lebih lengkapnya tentang tumbuhan paku berikut ini Grameds! PENGERTIAN TUMBUHAN PAKUCIRI-CIRI TUMBUHAN PAKUHABITAT TUMBUHAN PAKUSISTEM REPRODUKSI dan METAGENESIS TUMBUHAN PAKUKLASIFIKASI TUMBUHAN PAKUSUBDIVISI LYCOPSIDASUBDIVISI SPHENOPSIDASUBSIDI PTEROPSIDASUBDIVISI PSILOPSIDA PAKU PURBABERDAUN MAKROFILJENIS TUMBUHAN PAKU DAN MANFAATNYATUMBUHAN PAKU TELANJANG PSILOPHYTATUMBUHAN PAKU KAWAT LYCOPODIOPHYTATUMBUHAN PAKU SEJATI PTEROPHYTATUMBUHAN PAKU EKOR KUDA EQUISETOPHYTABAMBU AIR EQUISETUM HYEMALESUPLIRTUMBUHAN PAKU PEDANG NEPHROLEPS CORDIFOLIASEMANGGI AIR MARSILEA CRENATATUMBUHAN PAKU SARANG BURUNG ASPLENIU NIDUS LTUMBUHAN PAKU TANDUK RUSAKategori Ilmu BiologiMateri Biologi Kelas XBuku Soal TUMBUHAN Dari EDUTORE Tumbuhan paku Pteridophyta adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta memiliki pembuluh pengangkut. Pteridophyta berasal dari kata pteron sayap bulu, dan phiton tumbuhan. Sehingga Pteridophyta merupakan tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora, dimana tumbuhan ini menghasilkan spora dan memiliki susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap, yaitu pada pucuknya yang terdapat bulu-bulu. Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh Tracheophyta karena memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel jaket steril di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat terdapat xilem dan fleom. Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah dan sangat pendek, ada juga yang mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang. Daunnya ketika masih muda melingkar dan menggulung. Beradasarkan bentuk dan ukuran susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil bentuknya kecil atau bersisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel. Makrofil memiliki ciri daun yang besar, bertangkai, bertulang daun, bercabang-cabang, dengan sel yang telah terdiferensiasi. Tumbuhan paku merupakan suatu divisi yang mempunyai kormus, artinya tubuhnya dapat dibedakan dalam tiga bagian pokok, yaitu akar, batang dan daun. Alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama adalah spora. Oleh sebabnya ahli taksonomi membagi dunia tumbuhan dalam dua kelompok saja yang diberi nama Cryptogamae dan phanerogamae. Cryptogamae tumbuhan spora meliputi Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta. Dalam mempelajari lebih daam mengenai tumbuhan, serta struktur dan fungsi jaringan yang ada di dalamnya, buku Struktur & Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan hadir untuk menjelaskan mengenai seluk beluk tumbuhan secara mendalam. CIRI-CIRI TUMBUHAN PAKU Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan tertua. Ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah Akar, batang dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem. Dapat ditemukan di air, di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau di sisa-sisa tumbuhan lain dan sampah-sampah sebagai saprofit. Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini kemudian berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun. Mengalami pergiliran keturunan metagenesis. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari disebut generasi sporofit. Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis. Tidak berbunga. Umumnya memiliki rizom batang yang terdapat di dalam tanah. Memiliki 4 struktur penting, yaitu lapisan pelindung sel jaket steril yang terdapat disekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium, kutikula pada bagian luar dan yang paling penting adalah sistem transport internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti pengorganisasian transport air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi. Struktur Tubuh Tumbuhan Paku Akar Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel – sel yang dapat dibedakan dengan sel – sel akarnya sendiri. Batang Pada sebagian jenis tumbuhan paku batang tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimbang, mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m, akan tetapi ada batang beberapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon atau paku tiang yang panjangnya mencapai 5 m dan kadang – kadang bercabang misalnya Alsophilla dan Cyathea. Daun Bentuknya selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis, daging daun, dan tulang daun. Berdasarkan bentuk daun dibedakan lagi menjadi mikrofil dan makrofil, berikut penjelasannya Mikrofil Daun ini berbentuk kecil – kecil seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai dan tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan tidak dapat dibedakan antara epidermis, daging daun dan tulang daun. Makrofil Merupakan daun yang bentuknya besar, bertangkai dan bertulang daun, serta bercabang – cabang. Sel – sel penyusunnya telah memperlihatkan diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, serta stomata mulut daun. Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut Jika diperhatikan pada permukaan bagian daun frond terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Tidak semua daun paku memiliki sorus sori, daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun sporofil, daun paku yang tidak memiliksorus disebut daun steril. Daun ini banyak mengandung klorofil dan banyakdimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Daun ini disebut daun tropofil. Dalam mempelajari batang dan daun tumbuhan lainnya serta aspek tumbuhan lainnya, buku Anatomi Tumbuhan merpakan pilihan yang tepat karena memabahas berbagai aspek penyusun tumbuhan secara jelas dan ringkas. HABITAT TUMBUHAN PAKU Habitat tumbuhan paku ada di darat, terutama pada lapisan bawah tanah di dataran rendah, tepi pantai, lereng gunung, 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab, dan ada juga yang bersifat epifit menempel pada tumbuhan lain. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan fotoautotrof. Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata. Namun, pada umumnya tumbuhan paku adalah tumbuhan terestrial tumbuhan darat. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan Paku Kadar air dalam tanah Kadar air dalam udara Kandungan hara mineral dalam tanah Kadar cahaya untuk fotosintesis Suhu yang optimal Perlindungan dari angina Perlindungan dari cahaya yang terlalu kuat Tidak semua faktor tersebut berpengaruh, tapi tergantung pada jenis tumbuhan pakunya. Survive tidaknya suatu tumbuhan paku di suatu areal tergantung dari ketahanan gametofitnya, apakah akan berkembang secara alami di lingkungannya atau tidak. Seperti tanaman tingkat tinggi, tumbuhan paku tumbuh lingkungannya masing-masing biasanya tempat lembab. Beberapa paku dapat bertahan hidup di daerah yang ekstrim seperti lingkungan kering dan panas. Beberapa jenis paku dapat tumbuh di daerah gurun. Tumbuhan paku meletakkan dirinya tepat sesuai dengan nitchenya, tanah yang lembab, udara yang lembab, intensitas cahaya dan sebagainya. Jarang tumbuhan paku hidup diluar nitchenya. SISTEM REPRODUKSI dan METAGENESIS TUMBUHAN PAKU Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual vegetatif, yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma tunas. Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi secara seksual generatif melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat–alat kelamin gametogonium. Gametogonium jantan anteredium menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur ovum seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku mengalami metagenesis pergiliran keturunan. Metagenesis paku homospora Metagenesis Paku Heterospora dan Paku Peralihan Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Ketika ada spora yang jatuh di tempat yang cocok, spora tadi akan berkembang menjadi protalium yang merupakan generasi penghasil gamet atau biasa disebut sebagai generasi gametofit, yang akan segera membentuk anteredium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang akan menghasilkan ovum. Ketika spermatozoid dan ovum bertemu, akan terbentuk zigot yang diploid yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit karena mampu membentuk sporangium yang akan menghasilkan spora untuk perkembangbiakan. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. Apabila kita amati daun tumbuhan paku penghasil spora sporofil, di sana akan kita jumpai organ-organ khusus pembentuk spora. Spora dihasilkan dan dibentuk dalam suatu wadah yang disebut sebagai sporangium. Biasanya sporangium pada tumbuhan paku terkumpul pada permukaan bawah daun. KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU Tumbuhan yang satu ini memiliki sekitar spesies, berbagai jenis spesiesnya mampu tumbuh dan bertahan hidup di berbagai daerah dengan iklim yang berbeda. Inilah beberapa jenis dari tumbuhan paku Grameds SUBDIVISI LYCOPSIDA Spesies yang satu ini merupakan jenis spesies dari tumbuhan paku yang dapat menghasilkan dua bentuk spora, yaitu makrospora dan mikrospora. Berikut ini ciri-ciri dari tumbuhan paku yang termasuk kedalam spesies subdivisi lycopsida Terdiri dari daun sejati, batang dan akar. Menempelkan diri pada tanaman lain sebagai media untuk hidup. Memiliki ukuran daun yang sangat kecil dan berbentuk rapat. Menghasilkan mikrosporangium dan sporangium. SUBDIVISI SPHENOPSIDA Tumbuhan paku yang tergolong kedalam spesies ini, pada umumnya banyak hidup dan dijumpai di daerah yang beriklim tropis. Tumbuhan paku yang satu ini memiliki ekor yang panjang pada tubuhnya. Inilah ciri-ciri dari tanaman paku yang tergolong kedalam spesies subdivisi sphenopsida Memiliki batang yang berbentuk tegak. Menghasilkan spora yang berjenis heterospora. Pada bagian batang mengandung kadar silika yang tinggi. Menyenangi daerah rawa yang lembab. SUBSIDI PTEROPSIDA Tumbuhan paku yang tergolong kedalam spesies ini, merupakan tumbuhan paku sejati yang sering dijuluki dengan sebutan tanaman pakis. Jenis tumbuhan yang satu ini mampu hidup dan tumbuh didaerah yang beriklim tropis dan subtropis. Inilah ciri-ciri tumbuhan paku yang tergolong kedalam spesies subdivisi pteropsida Memiliki batang yang berbentuk tegak dan tumbuh diatas dan dibawah permukaan tanah. Menghasilkan spora yang berjenis homospora dan isospora. Spora yang dihasilkan berkumpul dibawah daun. Penyebaran spora untuk berkembang biak menyebar melalui bantuan angin. SUBDIVISI PSILOPSIDA PAKU PURBA Psilopsida merupakan tumbuhan paku yang sederhana dan memiliki susunan cukup sederhana. Tanaman ini berupa ranting yang bercabang-cabang. Ada bulu-bulu halus yang menyelimuti, berakar serabut halus atau sering di sebut akar semu berfungsi juga sebagai perekat pada tumbuhan lain. Contoh tumbuhan paku ini ialah subdivisi psilopsida ini adalah Psilotum nudum. Ciri – ciri psilopsida Paku purba yakni sebagai berikut Hidup di daerah beriklim tropis & subtropics Homospora Berdaun mikrofil serta batangnya berklorofil Tak mempunyai daun sejati BERDAUN MAKROFIL Tumbuhan paku berdaun makrofil merupakan tanaman paku yang memiliki daun yang sangat lebar. Tumbuhan ini sangat mudah kita temukan di berbagai tempat. Ciri-ciri makrofil yakni sebagai berikut Mempunyai bentuk daun yang besar-besar. Daunnya terdapat tangkai Mempunyai tulang daun serta daunnya bercabang. Tanaman paku berdaun makrofil dan sudah memiliki diferensiasi sel. Dalam mempelajari ciri, strukur, maupun anatomi tumbuhan. Buku Anatomi Tumbuhan oleh Sri Mulyani E. S. dapat kamu jadikan referensi dimana di dalamnya membahas mengenai organ penyusun tumbuhan, yaitu akar, batang, daun, dan bunga. JENIS TUMBUHAN PAKU DAN MANFAATNYA TUMBUHAN PAKU TELANJANG PSILOPHYTA Jenis tumbuhan paku ini mempunyai cabang-cabang yang berbentuk garpu dengan sporangium pada setiap ujungnya. Mereka memperoleh makanan dengan bersimbiosis dengan jamur, itu sebabnya paku telanjang tidak memiliki klorofil. Jenis tumbuhan paku telanjang, yaitu Rhynia major, Psilotum TUMBUHAN PAKU KAWAT LYCOPODIOPHYTA Ciri-ciri tumbuhan ini memiliki daun-daun kecil, tidak bertangkai, batang seperti kawat, akarnya bercabang, bertulang satu. Ada beberapa jenis paku kawat yang daunnya mempunyai lidah-lidah ligula dan tersusun rapat membentuk garis spiral. Sporangium terdapat pada ketiak daun dan berkumpul membentuk seperti kerucut. Jenis paku kawat atau paku rambut , yaitu Lycopodium clayatum, Selaginela sp TUMBUHAN PAKU SEJATI PTEROPHYTA Tumbuhan pakis ini mempunyai daun-daun besar, bertangkai, mempunyai banyak tulang, dan pada sisi bawahnya terdapat sporangium. Kamu dapat menemukan tumbuhan paku jenis paku sejati atau paku pakis di tempat-tempat yang teduh dan lembap. TUMBUHAN PAKU EKOR KUDA EQUISETOPHYTA Tumbuhan paku ini menyukai tempat lembap yang ada di dataran tinggi. Paku ekor kuda mempunyai daun-daun kecil seperti, selaput dan tersusun seperti karang. Kemudian, bentuk daunnya melingkar dan berbentuk seperti sisik. Kamu akan menemukan batang tumbuhan paku ekor kuda yang mirip dengan daun cemara, berongga, berbuku-buku, dan tegak. BAMBU AIR EQUISETUM HYEMALE Jenis tumbuhan paku ini tumbuh di lingkungan yang basah seperti, kolam dangkal, rawa, atau pinggiran sungai. Rata-rata ukurannya kecil dengan tinggi sekitar 25-100 cm. Manfaat bambu air selain sebagai tanaman hiasa adalah bisa dijadikan untuk bahan obat-obatan. SUPLIR Contoh tumbuhan paku selanjutnya yang bisa mempercantik ruangan adalah tanaman suplir. Tanaman ini sering digunakan untuk menghiasi pekarangan rumah dengan cara menanam di dalam pot atau langsung ke tanah. Bentuknya hampir menyerupai trapesium dengan warna hijau muda yang cerah. Agar tanaman suplir panjang umur, sebaiknya letakkan di tempat yang agak teduh karena mereka tidak menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari. TUMBUHAN PAKU PEDANG NEPHROLEPS CORDIFOLIA Ciri-ciri dari tumbuhan paku ini memiliki batang yang bercabang dan berkayu. Kemudian, daunnya memiliki urat-urat bahkan ada yang tidak memiliki daun. Manfaat tumbuhan paku pedang bisa digunakan untuk Sebagai bahan pembuatan obat cacing. Dapat mengobati kanker perut. Bahan bangunan di derah-daerah tropis. Sayur-sayuran. SEMANGGI AIR MARSILEA CRENATA Ciri-ciri dari tanaman ini adalah memiliki spora, dan batangnya yang mudah untuk dipatahkan. Manfaat tumbuhan semanggi air bisa digunakan untuk Daun dan sporokarpnya bisa dikonsumsi sebagai Obat herbal. TUMBUHAN PAKU SARANG BURUNG ASPLENIU NIDUS L Ciri-cirinya adalah bentuk ujung daun yang meruncing dan tepi daunnya berombak. Manfaat tumbuhan paku sarang burung bisa digunakan untuk Obat luka memar dan Obat bengkak. TUMBUHAN PAKU TANDUK RUSA Daun tanduk rusa dalam bahasa latin disebut dengan paltycerium bifurcatum. Manfaat tanduk rusa adalah sebagai obat-obatan penyakit gondok, obat bisul, menyuburkan kandungan dan Pereda nyeri haid. Dalam membedakanberbagai jenis tumbuhan paku, melalui sel serta jaringan yang ada di dalamnya menjadi salah satu faktor. Dalam mempelajari jaringan pada tumbuhan, Buku Ajar Kultur Jaringan Tumbuhan dapat Grameds jadikan referensi. Demikian Pengertian, Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifiikasi, Jenis dan Manfaat Tumbuhan Paku dalam Kehidupan Sehari-hari, semoga bermanfaat Grameds. Semangat Belajar! Buku Soal TUMBUHAN Dari EDUTORE Gramedia mengembangkan platform edukasi bernama Edutore. DAFTAR dan kamu bisa mengakses banyak buku latihan soal seperti yang ada di gramedia dengan cara berlangganan. Edutore memiliki sloggan “Semua Bisa Pintar” dan itu pula yang menjadi cita-cita Edutore. Sehingga Edutore bisa berperan serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia. Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Sorusadalahkantong spora yang akan menyimpan spora sebelum matang. Tumbuhan paku ada yang menyerupai pohon namun tidak bercabang. Gambar 4. Bagian-bagian tumbuhan paku Pergiliran keturunan atau metagenesis tumbuhan paku adalah sebagai berikut: 1. Tumbuhan paku ialah generasi sporofit yang menghasilkan spora 2.
Pengertian tumbuhan paku Tumbuhan paku atau pteridophyta memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan lumut karena telah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Paku tumbuh dengan baik di tempat lembab dan juga dalam lingkungan air tawar. Paku dengan mudah dapat ditemukan di samping rumah kita, selain itu sawah padi yang subur seringkali ditumbuhi paku air dari jenis Azolla note Azola mampu bersimbiosis dengan bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik. Azolla paku air Ciri tumbuhan paku Tumbuhan paku memiliki ciri sebagai berikut Organisme multiseluler eukariotik berukuran besar dan selnya memiliki organel bermembran Mampu melakukan fotosintesis menghasilkan glukosaorganisme autotrof Sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati lumut belum menghasilkan akar, batang, dan daun sejati Menghasilkan spora untuk berkembang biak Akar tumbuhan paku tidak terlalu kuat menghujam pada substrat kecuali paku tiang. Akar dan batang paku dari luar ke dalam tersusun atas epidermis, korteks, dan silinder pusat. Pada silinder pusat ini terdapat xilem dan floem yang bertugas sebagai pembuluh angkut. Sedangkan daunnya tersusun atas epidermis, mesofil, dan pembuluh angkut. Pada satu individu paku memiliki beberapa jenis daun yang berbeda. Berdasarkan ukurannya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil merupakan daun kecil yang tidak bertangkai dan bentuknya mirip sisik Makrofil merupakan daun besar yang memiliki tulang daun seperti daun pada umumnya Sedangkan berdasarkan fungsinya daun paku dibedakan menjadi sporofil dan tropofil Sporofil adalah daun yang mampu menghasilkan spora Tropofil adalah daun yang tidak menghasilkan spora dan fungsi utamanya adalah fotosintesis Siklus hidup paku Dalam siklus hidupnya tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan dari fase gametofit menuju fase sporofit. Siklus hidup paku Sikiklus hidup paku adalah sebagai berikut. Spora paku akan berkecambah membentuk gametofit Gametofit akan tumbuh dan menghasilkan anteridium organ jantan dan arkegonium organ betina Anteridium akan menghasilkan sperma yang akan bergerak mencari ovum pada arkegonium Penyatuan antara sperma dan ovum akan menghasilkan zigot Zigot akan berkembang menjadi sporofit paku dan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang biasa kita lihat Sporofit yang telah dewasa akan menghasilkan sporangium atau kotak spora untuk menghasilkan spora Saat dimana tumbuhan paku menghasilkan sperma gamet jantan dan ovum gamet betina disebut fase gametofit. Sedangakan saat dimana paku menghasilkan spora disebut fase sporofit. Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora yang umumnya terletak di bawah permukaan daun, di tepi daun, atau di ujung batang. Selengkapnya dapat dibaca pada Siklus Hidup Paku. Klasifikasi tumbuhan paku Berdasarkan morfologi atau bentuk tubuhnya, tumbuhan paku dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu sebagai berikut. Psilophyta paku purba Paku ini disebut paku purba karena sebagian besar anggotanya telah punah sejak jaman dahulu kala. Paku ini memiliki daun yang bentuknya seperti sisik, batang yang bercabang-cabang, dan sporangium terbentuk di antara ketiak batang. Struktur tubuh paku ini masih sangat sederhana dibandingkan kelompok paku yang lain. Contoh Psilotum sp. Psilophyta Lycophyta paku kawat Lycophyta juga termasuk paku purba karena telah hidup sejak jaman dahulu. Paku ini memiliki batang seperti kawat sehingga disebut paku kawat, daunnya berbentuk seperti rambut atau sisik. Sporangium terbentuk pada strobilus di ujung batang. Contoh Lycopodium sp, Selaginella sp. Lycophyta Equisetophyta paku ekor kuda Equisetophyta memiliki bentuk tubuh seperti ekor kuda. Batangnya berongga dan daun tersusun melingkar beruas-ruas pada batang. Sporangium terbentuk pada strobilus di ujung batang. Paku ini umumnya tumbuh di tempat berpasir. Contoh Equisetum sp. Equisetophyta Pterophyta paku sejati Ptrophyta merupakan jenis paku yang paling banyak ditemukan disekitar kita. Paku ini memiliki akar, batang, dan daun yang sangat jelas. Beberapa jenis memiliki batang yang dapat mencapai ketinggian beberapa meter. Sporangium terbentuk di bawah permukaan daunnya. Contoh Adiantum sp, Asplenium sp, dan Marsilea sp. Pterophyta Sedangkan berdasarkan jenis sporanya, paku dapat dibedakan menjadi tiga macam. Paku homospora Paku ini menghasilkan satu jenis spora, spora ini nantinya akan berkecambah dan tumbuh menjadi protalium yang mengandung anteridium dan arkegonium pada individu yang sama. Contoh Lycopodium sp. Paku heterospora Paku ini menghasilkan spora yang berbeda ukurannya, spora jantan yang berukuran lebih kecil disebut mikrospora sedangkan spora betina disebut makrospora. Mikrospora akan tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan anteridium, sedangkan makrospora akan menghasilkan protalium yang akan menghasilkan arkegonium. Contoh Selaginella sp. Paku peralihan Paku ini menghasilkan spora dengan ukuran sama namun ketika spora ini berkecambah akan tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan anteridium dan arkegonium yang terpisah pada individu yang berbeda. Contoh Equisetum sp. Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat bagi manusia, beberapa jenis tumbuhan paku dari kelompok Pterophyta kadang dipetik daun mudanya dan dimakan sebagai sayur. Paku dari jenis Adiantum sering kali ditanam dalam pot sebagai penghias pekarangan rumah. Azolla atau paku air sering dijadikan pupuk organik karena memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Di beberapa tempat di luar Jawa, daun paku Drynaria dijadikan layang-layang untuk membantu nelayan menangkap ikan di laut.
9Ciri-Ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku) - Fosil tumbuhan paku yang ditemukan pada batu sejak era karbon sekitar 345 juta tahun yang lalu. Tumbuhan paku diperkirakan sebagai tumbuhan Cormophyta tertua. Cormophyta adalah tanaman yang memiliki akar, batang, dan daun. Yang berarti bahwa akar, batang, dan daun memiliki bundel vaskular, sehingga
Tumbuhan paku fern atau PteridophytaYunani, Pteron = bulu, phyton = tumbuhan merupakan kelompok Plantae yang tubuhnya sudah berbentuk kormus atau sudah memiliki bagaian akar, batang, dan daun sejati. sususnan daun seperti bulu menyirip. Tumbuhan paku dapat bereproduksi dengan spora sehingga disebut Cormophyta berspora. Berbeda dengan lumut, Pteridophyta merupakan tumbuhan vaskuler Tracheophyta karena sudah memiliki pembuluh angkut xilem pembuluh kayu dan floem pembuluh tapis. Masyarakat juga mengenal tumbuhan paku dengan istilah pakis. Kajian evolusi menyatakan bahwa tumbuhan vaskuler berspora tumbuhan paku diperkirakan sudah ada dan mendominasi hutan selama masa Karboniferus; sekitar 360 juta tahun silam. Ciri – ciri Tumbuhan Paku Pteridophyta Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan yang tertua yang masih dapat dijumpai di daratan. Ciri – ciri tumbuhan paku sebagai berikut Sudah mempunyai akar, batang, dan daun yang batang sudah terdapat jaringan pengangkut, dengan sistem sporofit mempunyai akar sejati, berumur panjang dan merupakan keturunan gametofitnya adalah protalium, tidak mempunyai akar sejati, sertamempunyai anteridium dan berkutub satuUjung daun paku yang muda umumnya paku berupa akar serabut, terdapat kaliptra, tipe pembuluh umumnya berupa akar tongkat, kecuali pada paku tiang dan paku dapat dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil, tetapi dapat juga dibedakan menjadi sporofil dan tropofil A. Cara Hidup dan Habitat Pteridophyta Tumbuhan paku merupakan organisme fotoautotrof, artinya dapat membuat makanan sendiri dengan cara berfotosintesis. Tumbuhan paku dapat tumbuh di berbagai habitat, terutama di tempat yang lembab higrofit, di air hidrofit, permukaan batu, tanah, atau dan menempel epifit di kulit pohon. Tumbuhan paku yang tumbuh di tanah, misalnya Adiantum cuneatum suplir dan Alsophila glauca paku tiang. Tumbuhan paku yang hidup di tanah berair, misalnya Marsilea sp. Tumbuhan paku yang hidup menempel di pohon, misalnya Platycerium bifurcatum paku tanduk rusa dan Asplenidum nidus paku sarang burung. Tumbuhan paku melimpah dan tumbuh subur di daerah hutan hujan tropis. B. Ciri-Ciri Tubuh Pteridophyta Bentuk dan Ukuran Tubuh Pteridophyta Tumbuhan paku termasuk Cormophyta, berbentuk seperti tumbuhan tingkat tinggi, dengan ukuran tubuh yang bervariasi. Ada yang berukuran hanya beberapa sentimeter, misalnya paku air Azolla caroliniana. Ada pula yang berbentuk seperti pohon dengan tinggi 5 m, misalnya paku tiang Alsophila glauca. Para ahli menduga tumbuhan paku di masa Karboniferus ada yang tingginya mencapai 15-20 m. Tumbuhan paku juga mengalami pergantian bentuk gametofit dan sporofit. Sporofit mudah dibedakan karena memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki bentuk yang lebih kompleks daripada gametofit. Struktur dan Fungsi Tubuh Pteridophyta Berbentuk Sporofit Sporofit memiliki bagian-bagian tubuh, yaitu akar, batang, dan daun. Rizoidnya sudah berkembang ke bentuk akar. Sel-sel penyusun batang dan daun memiliki klorofil sehingga tampak berwarna hijau. Batang tumbuhan paku bercabang-cabang dan ada yang berkayu. Ada juga batang yang memiliki rambut-rambut halus berbulu. Tumbuhan paku memiliki batang yang tumbuh dibawah permukaan tanah rizom. Tumbuhan paku memiliki susunan pembuluh angkut bertipe radial, bila xilem dan floem tersusun menjari, misalnya pada Lycopodium. Berkas pembuluh bertipe konsentris bila xilem terletak di tengah dan dikelilingi oleh floem, misalnya pada Selaginella. Pembuluh xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun, sedangkan pembuluh floem berfungsi mengangkut zat organik hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh. Pada umumnya tumbuhan paku berdaun dan daunnya memiliki urat-urat daun. Daun tumbuhan paku ada yang berukuran besar, disebut makrofil. ada pula daun yang berukuran kecil, disebut mikrofil. Mikrofil berbentuk sisik, misalnya pada Equisetum paku ekor kuda. Tumbuhan paku yang tidak berdaun disebut paku telanjang, misalnya Psilotum. Daun tumbuhan paku muda yang menggulung disebut fiddlehead circinnate, sirsinat. Gulungan akan terbuka ketika daun muda tumbuh menjadi daun dewasa. Daun dewasa dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu sebagai berikut Tropofil adalah daun yang berfungsi khusus untuk fotosintesis dan tidak mengandung adalah daun yang menghasilkan spora Berdasarkan ukuran dan bentuk daunnya, tumbuhan paku dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut Paku heterofil memiliki dua macam daun yang berbeda ukuran dan bentuknya. Contohnya, paku sisik naga Drymoglossum yang memiliki sporofil dengan ukuran lebih panjang daripada homofil memiliki daun dengan ukuran dan bentuk yang sama. Contohnya, Adiantum cunninghamii suplir dan Nephrolepis. Spora dihasilkan di dalam Sporangium kotak spora. Sporangium pada tumbuhan paku terkumpul dalam bentuk berikut. Sorus. Sporangium berada di dalam kotak terbuka atau tertutup oleh indusium. Di dalam sporangium, terdapat anulus, yaitu sejumlah sel penutup yang berdinding tebal dan membentuk cincin. JIka sporangium kering, anulus akan membuka dan menyebarkan spora. Sorus terdapat di permukaan bawah daun dengan susunan yang beraneka ragam, antara lain sejajar tulang daun, berjajar di tepi daun, tersebar berbentuk niktah, dan zig-zag. Contohnya, Nephrolepis dan Adiantum. Strobilus. Sporangium membentuk suatu bangun kerucut bersama sporofil. Contohnya Lycopodium dan Selaginella. Sporokarp. Sporangium dibungkus oleh daun buah karpelum. Contohnya, Salvinia, Marsilea, Azolla, dan paku air lainnya. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut. Paku homospora atau isospora menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran yang sama. Paku homospora disebut juga berumah satu karena sporanya akan tumbuh menjadi protalium pembentuk anteridium maupun arkegonium. Contohnya, Lycopodium, Neprolepis, Drymoglossum, dan Dryopteris filix-mas. Paku heterospora atau anisospora menghasilkan dua jenis spora dengan ukuran yang berbeda. Spora yang berukuran besar makrospora atau megaspora berkelamin betina yang akan tumbuh menjadi makroprotalium atau megaprotalium pembentuk arkegonium. Spora yang berukuran kecil mikrospora berkelamin jantan yang akan tumbuh menjadi mikroprotalium pembentuk anteridium. Paku heterospora disebut juga berumah dua. contohnya, Selaginella paku rane, Salvinia, Marsilea semanggi. Paku peralihan atau campuran; menghasilkan spora yang berukuran sama, tetapi jenisnya berbeda berkelamin jantan atau betina. spora dapat tumbuh menjadi protalium yang akan membentuk salah satu alat kelamin ” arkegonium atau anteridium saja. Paku peralihan termasuk berumah dua. Contohnya, Equisetum debile paku ekor kuda. Struktur dan Fungsi Tubuh Pteridophyta Bentuk Gametofit Gametofit pada tumbuhan paku berupa talus ada yang berukuran kecul beberapa milimeter dan ada yang berukuran besar. Pada umumnya, ganetofit berbentuk lembaran seperti hati atau daun waru yang disebut protalium protalus. Gametofit melekat pada substrat menggunakan rizoid. Gametofit berukuran kecil, misalnya pada Equisetum dan Lycopodium, sedangkan gametofit berukran besar, misalnya pada Platycerium bifurcatum paku tanduk rusa. Pada umumnya, sel-sel gametofit mengandung klorofil dan dpat berfotosintesis. Pada jenis tumbuhan paku tertentu, misalnya yang bersimbiosis dengan jamur, zat organik diperoleh dari jamur simbion karena gametofitnya tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Gametofit akan membentuk alat kelamin jantan anteridium dan alat kelamin betina arkegonium. Anterdium akan menghasilkan spermatozoid berflagel, sedangkan arkegonium menghasilkan ovum sel telur. Tumbuhan paku berumah satu memiliki gametofit biseksual yang dapat membentuk dua macam alat kelamin, baik anteridium maupun arkegonium, misalnya paku homospora. Tumbuhan paku berumah dua memiliki gametofit uniseksual yang hanya membentuk salah satu alat kelamin anteridium atau arkegonium saja, misalnya paku heterospora dan paku peralihan. Reproduksi Pteridophyta Tumbuhan paku dapat melakukan reproduksi secara aseksual vegetatif dan seksual generatif.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam sporangium dan menggunakan rizom. Rizom akan membentuk tunas-tunas tumbuhan paku yang berkoloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan spermatozoid di dalam anteridium dan ovum di dalam arkegonium. Fertilisasi antara spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi sporofit atau tumbuhan paku mengalami metagenesis antara generasi gametofit dan generasi sporofit. Secara umum, tahapan metagenesis pada tumbuhan paku adalah sebagai berikut Spora paku haploid n yang jatuh di tempat lembap akan berkecambah dan berkembang menjadi protalium gametofit yang juga haploid n.Protalium akan membentuk anteridium n dan arkegonium n. Di dalam anteridium dibentuk spermatozoid n, sedangkan di dalam arkegonium dibentuk ovum n.Jika terjadi fertilisasi antara spermatozoid dan ovum, akan terbentuk zigot yang diploid 2n.Zigot akan tumbuh menjadi sporofit atau tumbuhan paku yang diploid 2n. Sporofit selanjutnya akan membentuk sporofil daun pembentuk spora yang juga diploid 2n.Sporofil 2n akan membentuk sporangium 2n. Di dalam sporangium terdapat sel induk spora 2n yang akan membelah secara meiosis membentuk spora haploid n. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu Paku Homospora IsosporaMerupakan kelompok tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat Lycopodium clavatum. Paku HeterosporaMerupakan kelompok tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yaitu mikrospora jantan dan makrospora betina, misalnya paku rane Selaginella wildenowii dan semanggi Marsilea crenata. Paku PeralihanMerupakan kelompok tumbuhan paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama isospora tetapi memiliki fungsi berbeda yaitu sebagian jantan dan sebagian betina heterospora, misalnya paku ekor kuda Equisetum debile. Tumbuhan paku mengalami daur hidup seperti halnya tumbuhan lumut. Namun, pada tumbuhan paku, generasi sporofit adalah adalah generasi yang dominan dalam daur hidupnya. Klasifikasi Tumbuhan Paku Ptridophyta Tumbuhan paku diklasifikasikan berdasarkan ciri tubuhnya menjadi empat subdivisi, yaituPaku Purba/Telanjang PsilopsidaDikatakan telanjang karena tidak berdaun atau daunnya kecil, ada pula yang tidak berakar sejati. Kebanyakan hidup di zaman purba dan ditemukan dalam bentuk fosil. Ada satu jenis yang sekarang masih ada tetapi hampir punah, yaitu – ciri Paku Purba Struktur tubuhnya sederhana, dengan tinggi antara 30 cm – 1 mUmumnya tidak memiliki daun dan akar sejati, tetapi memiliki rizom yang dikelilingi oleh rizoid. Jika terdapat daun, daunnya berukuran kecil mikrofil seperti sisikBatang beruas-ruas dan berbuku nyata, bercabang-cabang, berklorofil, serta memiliki jaringan pengangkutSporangium terkumpul dalam sinangium yang terletak di ketiak daun pada ruas-ruas batangMenghasilkan satu jenis spora paku homospora Psilotum nudum Paku purba Paku Kawat LycopsidaLycopsida memiliki ciri-ciri berdaun kecil dan tersusun spiral, sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus kerucut. Batangnya seperti kawat. Contohnya Lycopodium, Selaginella, dan Isoetes. Lycopodiinae paku kawat adalah tumbuhan paku yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut Memiliki daun berbentuk seperti rambut atau sisik yang tersusun rapat pada batangBatang berbentuk seperti kawat. Pada bagian ujung batang terdapat sporangium yang terkumpul dalam struktur seperti gada yang disebut strobilusMerupakan tumbuhan paku homospora atau heterosporaGametofit bersifat biseksual menghasilkan dua jenis alat kelamin atau uniseksual menghasilkan satu jenis alat kelaminBanyak ditemukan hidup di hutan-hutan daerah tropis, baik tumbuh di permukaan tanah atau sebagai epifit Lycopodium clavatum Paku Ekor Kuda SphenopsidaSphenopsida memiliki ciri-ciri daun kecil, tunggal dan tersusun melingkar. Sporangium terdapat dalam strobilus kerucut. Contohnya Equisetum dan Calamites. Equisetinae paku ekor kuda adalah tumbuhan paku dengan percabangan batang yang khas seperti uliran atau lingkaran, sehingga menyerupai ekor kuda. Ciri-ciri dari anggota Equisetinae adalah sebagai berikut Memiliki tubuh dengan tinggi rata-rata 1 m, tetapi ada juga yang tingginya mencapai 4,5 mSporofit berdaun kecil mikrofil dan berbentuk seperti sisik dengan warna agak transparanBatang beruas-ruas dan berongga, serta memiliki rizomSporangium terkumpul di dalam badan berbentuk kerucut yang disebut strobilusMenghasilkan spora yang sama bentuknya, tetapi berbeda jenisnya ada yang jantan dan ada yang betina, sehingga disebut paku peralihanGametofit berukuran kecil dan mengandung klorofil, sehingga dapat berfotosintesis. Gametofit jantan tumbuh dari spora jantan dan menghasilkan anteridium. Sementara gametofit betina tumbuh dari spora betina dan menghasilkan arkegonium Equisetum sp Paku Sejati FilicinaePteropsida merupakan tumbuhan paku yang dapat dilihat di sekitar kita, yang umum disebut pakis. Ciri-cirinya daunnya besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat pada sporofil daun penghasil spora.Batang terdapat di bawah tanah atau berupa rizomSporangium tersusun dalam sorus yang terletak di permukaan bawah daun, dengan posisi di sepanjang tepi daun atau di dekat tulang daun. Sorus umumnya dilindungi oleh indusium. Pada paku yang hidup di air, sporangium terdapat di dalam badan buah yang disebut sporokarpiumGametofit memiliki klorofil, dengan ukuran bervariasi. Gametofit bersifat uniseksual atau biseksual Contohnya paku sarang burung Asplenium nidus, suplir Adiantum cuneatum, semanggi Marsilea crenata Paku Sarang Burung, Semanggi, Suplir Manfaat Tumbuhan Paku Ptridophyta Manfaat tumbuhan paku antara lain. Untuk tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum paku tanduk rusa, Asplenium nidus paku sarang burung, Adiantum cuneatum suplir, Selaginella wildenowii paku rane.Untuk bahan obat-obatan, misalnya Aspidium felixmas, dan Lycopodium clavatum paku kawat.Untuk sayuran dapat dimakan, misalnya Marsilea crenata paku semanggi.Sebagai pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata dan Anabaena pelindung tanaman pertanian, misalnya Gleichenia linearis
Adapunbeberapa ciriENGERTIA-ciri tumbuhan paku di antaranya sebagai berikut : Ada batang, akar dan daun. Memiliki pembuluh xilem dan floem. Tumbuhan memiliki ukuran yang beragam. Banyak variasi tumbuhan seperti bercabang dan lainnya. Daun dapat menggulung. Tumbuhan paku hidup dengan cara epifit dan sporofit.
jelaskan ciri generasi gametofit tumbuhan paku – Generasi gametofit tumbuhan paku merupakan generasi yang dikenal sebagai generasi reproduksi. Hal ini dikarenakan generasi ini merupakan generasi yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sel-sel terkecil yang disebut sebagai sel-sel gamet. Sel-sel ini akan menjadi bagian dari proses reproduksi sehingga tumbuhan paku dapat menyebarkan keturunannya. Generasi gametofit ini memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari generasi lainnya. Pertama, generasi gametofit tumbuhan paku ditandai dengan adanya tumbuhan yang memiliki struktur sporofit. Struktur ini terdiri dari dua bagian, yaitu antheridium dan archegonium. Antheridium berfungsi sebagai tempat produksi sperma, sedangkan archegonium adalah tempat produksi sel telur. Kedua struktur ini berperan penting dalam proses reproduksi tumbuhan paku. Kedua, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki karakteristik seperti produksi gamet yang bersifat haploid. Sifat haploid ini mencerminkan bahwa gamet yang dihasilkan memiliki setengah dari jumlah kromosom yang ada dalam sel induk. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sel gamet yang dihasilkan dapat berfusi dan menghasilkan sel jantan dan sel betina yang berbeda. Ketiga, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur yang disebut dengan gametangium. Gametangium ini memiliki satu atau beberapa pori yang terletak di antara dua sel gamet. Pori ini penting karena merupakan tempat untuk bertemunya sel gamet jantan dan betina. Selain itu, gametangium juga berfungsi untuk melindungi gamet dari lingkungan luar. Keempat, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki siklus hidup yang unik. Siklus hidup ini disebut siklus alternatif dan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap gametofit dan tahap sporofit. Tahap gametofit dimulai dengan pembentukan sel gamet yang kemudian berfusi membentuk zigot. Tahap sporofit dimulai dengan pembentukan struktur yang disebut dengan sporangium. Struktur ini menjadi tempat produksi spora dan melalui spora yang dihasilkan inilah tumbuhan paku akan bertahan dan melanjutkan keturunannya. Generasi gametofit tumbuhan paku memang memiliki ciri-ciri yang unik dan berbeda dengan generasi lainnya. Ciri-ciri ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa tumbuhan paku dapat menyebarkan keturunannya dengan baik. Oleh karena itu, generasi gametofit penting untuk diperhatikan dan dijaga agar tumbuhan paku dapat menghasilkan generasi berikutnya dengan baik. Rangkuman 1Penjelasan Lengkap jelaskan ciri generasi gametofit tumbuhan paku1. Generasi gametofit tumbuhan paku merupakan generasi yang dikenal sebagai generasi reproduksi. 2. Generasi gametofit tumbuhan paku ditandai dengan adanya tumbuhan yang memiliki struktur sporofit yang terdiri dari antheridium dan Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki karakteristik seperti produksi gamet yang bersifat Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur yang disebut dengan Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki siklus hidup yang unik, yaitu siklus alternatif yang terdiri dari tahap gametofit dan tahap sporofit. Penjelasan Lengkap jelaskan ciri generasi gametofit tumbuhan paku 1. Generasi gametofit tumbuhan paku merupakan generasi yang dikenal sebagai generasi reproduksi. Generasi gametofit tumbuhan paku merupakan generasi yang dikenal sebagai generasi reproduksi. Generasi ini merupakan generasi yang penting dalam reproduksi seksual di antara tumbuhan paku. Generasi gametofit merupakan tahap dari siklus hidup tumbuhan paku yang menghasilkan organ reproduksi yang disebut gametofit. Gametofit memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dari generasi sporofit. Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki ciri-ciri khusus yang memungkinkan tumbuhan paku untuk berkembang biak secara seksual. Pertama, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur yang lebih sederhana dan lebih kecil daripada generasi sporofit. Struktur gametofit tumbuhan paku yang sederhana ini memungkinkan tumbuhan paku untuk berkembang biak secara seksual dengan lebih mudah. Generasi gametofit tumbuhan paku juga memiliki jumlah lapisan sel yang lebih sedikit daripada generasi sporofit. Jumlah lapisan sel yang lebih sedikit yang dimiliki oleh generasi gametofit tumbuhan paku memungkinkan proses reproduksi berlangsung lebih cepat dan lebih mudah. Kedua, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki organ reproduksi yang berbeda daripada generasi sporofit. Organ reproduksi yang dimiliki oleh generasi gametofit tumbuhan paku meliputi organ seksual, seperti organ stamen, pistil dan antheridium. Organ seksual ini memungkinkan tumbuhan paku untuk berkembang biak secara seksual dengan lebih cepat. Generasi gametofit tumbuhan paku juga memiliki organ vegetatif, seperti akar, batang, daun, dan bunga. Organ vegetatif ini berfungsi untuk mengumpulkan nutrisi dari lingkungan untuk mensupport tumbuhan paku. Ketiga, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki mekanisme reproduksi yang berbeda daripada generasi sporofit. Mekanisme reproduksi yang dimiliki oleh generasi gametofit tumbuhan paku meliputi mekanisme reproduksi seksual dan mekanisme reproduksi aseksual. Mereka menggunakan mekanisme reproduksi seksual untuk memproduksi gamet yang diperlukan untuk berkembang biak. Sedangkan mekanisme reproduksi aseksual dimanfaatkan untuk memproduksi sel-sel yang diperlukan untuk proses vegetatif. Keempat, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki bentuk yang berbeda daripada generasi sporofit. Bentuk yang dimiliki oleh generasi gametofit tumbuhan paku bervariasi, tergantung pada spesies tumbuhan paku. Generasi gametofit tumbuhan paku juga memiliki warna yang berbeda-beda. Warna yang dimiliki oleh generasi gametofit tumbuhan paku bervariasi, tergantung pada spesies tumbuhan paku. Secara keseluruhan, generasi gametofit tumbuhan paku adalah generasi yang penting dalam reproduksi seksual tumbuhan paku. Generasi gametofit memiliki struktur yang lebih sederhana dan lebih kecil daripada generasi sporofit. Generasi gametofit juga memiliki organ reproduksi yang berbeda, mekanisme reproduksi yang berbeda, dan bentuk yang berbeda. Generasi gametofit memungkinkan tumbuhan paku untuk berkembang biak secara seksual dengan lebih mudah. 2. Generasi gametofit tumbuhan paku ditandai dengan adanya tumbuhan yang memiliki struktur sporofit yang terdiri dari antheridium dan archegonium. Generasi gametofit tumbuhan paku merupakan tahapan perkembangan tumbuhan paku yang memiliki struktur sporofit. Generasi ini ditandai dengan adanya sebuah tumbuhan yang memiliki struktur sporofit yang terdiri dari antheridium dan archegonium. Generasi gametofit tumbuhan paku merupakan tahapan perkembangan tumbuhan paku yang tumbuh dan berkembang dengan jalur yang berbeda dari tumbuhan non-paku. Generasi ini merupakan tahapan perkembangan tumbuhan paku yang terutama ditandai dengan adanya dua struktur utama yang memiliki fungsi yang berbeda yaitu antheridium dan archegonium. Antheridium adalah struktur yang mengandung sel sperma dari tumbuhan paku. Struktur ini terletak di bagian dasar dan mengandung sel sperma yang akan melewati sebuah jalur yang disebut jalur sperma. Sel sperma yang berasal dari antheridium akan melewati jalur sperma untuk mencapai archegonium untuk melakukan fertilisasi. Archegonium adalah struktur yang mengandung sel telur dari tumbuhan paku. Struktur ini terletak di bagian atas tanaman dan mengandung sel telur yang akan melewati jalur yang disebut jalur telur. Pada jalur ini, sel telur akan bertemu dengan sel sperma yang berasal dari antheridium untuk melakukan proses fertilisasi. Generasi gametofit tumbuhan paku juga ditandai dengan adanya sebuah struktur yang disebut gametofit. Gametofit adalah struktur yang diproduksi oleh antheridium dan archegonium setelah proses fertilisasi berhasil. Struktur ini akan menghasilkan sel-sel haploid yang akan menghasilkan sel-sel diploid yang akan membentuk sporofit. Generasi gametofit tumbuhan paku ditandai dengan adanya tumbuhan yang memiliki struktur sporofit yang terdiri dari antheridium dan archegonium. Struktur-struktur ini memiliki fungsi yang berbeda yaitu antheridium mengandung sel sperma yang akan melewati jalur sperma untuk mencapai archegonium, sedangkan archegonium mengandung sel telur yang akan melewati jalur telur untuk melakukan proses fertilisasi. Setelah proses fertilisasi berhasil, akan diproduksi sebuah struktur yang disebut gametofit yang akan menghasilkan sel-sel haploid yang kemudian akan membentuk struktur sporofit. 3. Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki karakteristik seperti produksi gamet yang bersifat haploid. Generasi gametofit adalah generasi yang memproduksi gamet. Gamet merupakan sel reproduksi satu setelah meiosis, terdiri dari satu set kromosom haploid. Generasi gametofit adalah salah satu dari dua generasi yang terdapat pada tumbuhan paku bryophyta. Generasi ini terdiri dari sel haploid yang berkembang biak melalui reproduksi seksual. Gametofit tumbuhan paku memiliki karakteristik seperti produksi gamet yang bersifat haploid. Gametofit tumbuhan paku dibedakan dari generasi sporofit karena mereka secara eksklusif memproduksi gamet haploid. Sel haploid ini akan mengalami sel konjugasi, yaitu proses dimana dua sel haploid bertemu dan membentuk sel diploid. Sel diploid ini kemudian akan mengalami meiosis untuk menghasilkan sporofit yang haploid. Gametofit tumbuhan paku memiliki ciri-ciri seperti daun yang berbentuk kecil dan berwarna hijau. Daun tersebut berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Tumbuhan juga memiliki jaringan sebagai penyokong untuk menjaga bentuknya. Mereka juga memiliki sistem akarnya sendiri yang terdiri dari sel-sel haploid yang disebut rhizoid. Tumbuhan paku juga memiliki struktur reproduksi yang terlihat seperti gelombang. Struktur ini terdiri dari antheridium untuk produksi spermatozoa dan archegonium untuk produksi ovum. Setelah produksi gamet haploid, mereka akan bergabung pada bagian yang disebut septum. Setelah ini, sel haploid akan mengalami sel konjugasi untuk menghasilkan sel diploid. Sel diploid ini kemudian akan mengalami meiosis untuk menghasilkan sporofit yang haploid. Kesimpulannya, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki karakteristik seperti produksi gamet yang bersifat haploid. Generasi ini memiliki ciri-ciri seperti daun yang berbentuk kecil dan berwarna hijau, jaringan sebagai penyokong, sistem akarnya sendiri dan struktur reproduksi yang terlihat seperti gelombang. Selanjutnya, gamet haploid yang dihasilkan dari proses reproduksi ini akan mengalami sel konjugasi dan meiosis untuk menghasilkan sporofit yang haploid. 4. Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur yang disebut dengan gametangium. Generasi gametofit merupakan generasi pertama dalam tumbuhan paku yang berkembang biak. Generasi gametofit memiliki dua struktur yang berbeda, yaitu sporofit dan gametofit. Generasi sporofit adalah generasi yang berfungsi untuk menghasilkan spora, yang dapat menjadi benih untuk menumbuhkan generasi gametofit. Generasi gametofit adalah generasi yang berfungsi untuk menghasilkan sel-sel haploid yang disebut gamet. Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur yang disebut gametangium. Gametangium adalah struktur yang berfungsi untuk menghasilkan gamet. Struktur gametangium terdiri dari dua jenis, yaitu anteridium dan oosfer. Anteridium berfungsi untuk menghasilkan gamet jantan sedangkan oosfer berfungsi untuk menghasilkan gamet betina. Selain itu, gametangium juga memiliki beberapa ciri tambahan yang membuatnya unik. Pertama, struktur gametangium memiliki dua lapisan yang disebut epidermis. Epidermis berfungsi untuk melindungi bagian dalam gametangium dari bahaya luar. Kedua, gametangium juga memiliki jaringan yang disebut jaringan parenkim. Jaringan ini berfungsi untuk menyediakan oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk menghasilkan gamet. Ketiga, gametangium juga memiliki bagian yang disebut dengan kutikula. Kutikula berfungsi untuk melindungi gametangium dari luar. Struktur gametangium ini memiliki tekstur yang kasar dan berfungsi untuk mencegah infeksi. Keempat, gametangium juga memiliki sebuah organel yang disebut stigma. Stigma berfungsi untuk menerima nutrisi dan oksigen yang diperlukan untuk menghasilkan gamet. Stigma juga memiliki pori yang berfungsi untuk menghantarkan nutrisi ke dalam gametangium. Kesimpulannya, generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur yang disebut gametangium yang memiliki ciri-ciri seperti epidermis, jaringan parenkim, kutikula, dan stigma. Struktur gametangium ini berfungsi untuk menghasilkan gamet jantan dan betina. Selain itu, gametangium juga memiliki beberapa bagian yang berfungsi untuk melindungi gametangium dari luar dan menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk menghasilkan gamet. 5. Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki siklus hidup yang unik, yaitu siklus alternatif yang terdiri dari tahap gametofit dan tahap sporofit. Generasi gametofit tumbuhan paku adalah generasi yang merupakan hasil dari evolusi tumbuhan paku yang memiliki sejumlah ciri dan sifat khusus. Generasi ini memiliki siklus hidup yang unik dan terdiri dari tahap gametofit dan tahap sporofit. Generasi ini memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari tumbuhan paku lainnya. Pada bagian berikut ini, akan dibahas ciri-ciri yang dimiliki generasi gametofit tumbuhan paku. 1. Struktur Fisik – Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki struktur fisik yang berbeda dibandingkan dengan generasi sporofit. Struktur fisiknya terdiri dari sel tersusun rapat yang membentuk sebuah lapisan tebal. Sel-sel ini membentuk tubuh gametofit yang disebut gametofit. Gametofit berbentuk seperti selompok benang yang disebut rhizoid. 2. Reproduksi – Generasi gametofit tumbuhan paku menggunakan reproduksi aseksual untuk memproduksi anak yang baru. Reproduksi ini terjadi melalui proses pembelahan sel yang disebut pembelahan meiosis. Sel-sel yang terbelah menjadi dua, dan kemudian menjadi dua sel yang berbeda. 3. Siklus hidup – Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki siklus hidup yang unik, yaitu siklus alternatif yang terdiri dari tahap gametofit dan tahap sporofit. Tahap gametofit meliputi proses pembelahan sel, sedangkan tahap sporofit meliputi proses pembentukan spora. 4. Spora – Spora adalah sel-sel yang terbentuk selama tahap sporofit. Spora ini merupakan sel reproduksi yang akan berkembang menjadi gametofit. 5. Reproduksi seksual – Generasi gametofit tumbuhan paku juga dapat melakukan reproduksi seksual. Reproduksi ini terjadi melalui proses pembelahan sel yang disebut pembelahan mitosis. Sel-sel yang terbelah kemudian berkembang menjadi gamet. Gamet ini akan berkembang menjadi sporofit yang baru. Generasi gametofit tumbuhan paku memiliki siklus hidup yang unik dan berbeda dari tumbuhan paku lainnya. Siklus hidup ini terdiri dari tahap gametofit dan tahap sporofit. Generasi ini memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari tumbuhan paku lainnya, seperti struktur fisik, reproduksi aseksual, spora, dan reproduksi seksual. Generasi ini juga memiliki sifat-sifat yang membedakannya dari tumbuhan paku lainnya.
CiriCiri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Sampailah kepada tema diatas yaitu ciri-ciri tumbuhan paku (pteridophyta). Ciri-ciri tumbuhan paku adalah sebagai berikut. Memiliki akar, batang dan daun (kormophyta berspora) Memiliki pembuluh angkut xilem dan floem. Tumbuhan paku memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, dari tinggi sekitar 2 cm sampai 5 m.
Ciri-ciri generasi gametofit tumbuhan paku adalah menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, kromosom bersifat haploid dan hidup cukup singkat. Adapun ciri-ciri sporofit adalah menghasilkan spora, kromosom bersifat diploid dan hidup lebih lama. Bagaimana ciri generasi gametofit yang terjadi pada tumbuhan paku? Ciri–ciri fase gametofit tumbuhan paku adalah menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Gamet jantan tersebut adalah sperma yang dibentuk di anteridium. Adapun gamet batina adalah ovum yang dibentuk di arkegonium. Fase gametofit berlangsung cukuo singkat. Bagaimana ciri-ciri generasi sporofit pada tumbuhan paku? Ciri generasi sporofit tumbuhan paku yaitu fase yang dominan dan hidup bebas. Selain itu generasi sporofit adalah generasi penghasil spora. Sporofit tumbuhan paku adalah tumbuhan paku itu sendiri yang menjadi paku muda dan paku dewasa. Pada paku dewasa memiliki dua jenis daun yaitu sporofil dan tropofil. Disebut apakah generasi gametofit pada tumbuhan paku? Spora yang jatuh pada tempat yang sesuai akan berkecambah menjadi protalium, yaitu generasi gametofit pada tumbuhan paku. Protaliumlah yang menghasilkan anteredium pembentuk gamet jantan/sperma dan arkegonium pembentuk gamet betina/sel telur. Apakah protalium menghasilkan protein? Menghasilkan spora Protalium akan menghasilkan protein Protalium bersifat diploid Anteridium menghasilkan sperma UMPTN 1995/Rayon A. Bagaimanakah ciri-ciri fase gametofit dan sporofit tumbuhan paku? Ciri–ciri generasi gametofit tumbuhan paku adalah menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, kromosom bersifat haploid dan hidup cukup singkat. Adapun ciri–ciri sporofit adalah menghasilkan spora, kromosom bersifat diploid dan hidup lebih lama. Apa saja ciri-ciri dari tumbuhan paku jelaskan? Ciri–Ciri Tumbuhan Paku Struktur tubuh seperti akar, batang, dan daun memiliki xylem dan floem. Bisa ditemukan di air, tempat lembab, menempel pada tanaman lain, sampah, atau sisa tumbuhan lain. Tidak bisa menghasilkan biji. Apa ciri ciri sporofit? mempunyai kromosom haploid. tidak mampu melakukan fotosintesis. menghasilkan spora. umurnya panjang. bersifat mikroskopis. Apakah generasi sporofit tumbuhan paku memiliki jaringan pengangkut? Memiliki jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem. Apakah sporofit tumbuhan paku menghasilkan spora? Sedangkan proses sporofit adalah untuk menghasilkan spora. Proses ini untuk reproduksi aseksual. Contoh tumbuhan yang mengalami metagenesis adalah tumbuhan paku dan lumut. Generasi gametofit itu apa? Generasi sporofit adalah tumbuhan yang menghasilkan spora sedangkan generasi gametofit adalah tumbuhan yang menghasilkan sel gamet sel kelamin. Disebut apa generasi lumut dan paku? Metagenesis adalah pergiliran fase gametofit dan sporofit. Tumbuhan yang mengalami metagenesis adalah lumut dan tumbuhan paku. Apakah gametofit pada tumbuhan lumut? Gametofit merupakan lumut yang menghasilkan gamet sel kelamin yang berbentuk lembaran. Fase sporofit merupakan lumut yang berada dalam keadaan menghasilkan spora. Apakah protalium paku memiliki rizoid? Tumbuhan paku Protalium tidak memiliki pembuluh seperti bentuk sporofit, bahkan cenderung thalloid menyerupai thallus, alias tidak terspesialisasi sel-sel jaringannya. Meskipun tidak menghasilkan akar sejati, protalium membentuk rhizoid sebagai penopang dan penyerap hara dari media tumbuhnya. Apakah tumbuhan paku memiliki protalium? Tanaman paku atau pterydophyta merupakan tumbuhan yang mengalami 2 fase dalam daur hidupnya yaitu gametofit dan sporofit. Fase gametofit ialah fase yang menghasilkan sel gamet sedangkan sporofit menghasilkan spora. Protalium merupakan organisme fase gametofit pada tumbuhan paku. Arkegonium menghasilkan apa? 2 Arkegonium sel kelamin betina berbentuk seperti botol yang menghasilkan sel telur. Reproduksi lumut bergantian antara fase seksual dan aseksual melalui pergiliran keturunan atau metagenesis. Bagaimana sporofit tumbuhan paku? Fase sporofit yaitu fase ketika tumbuhan paku tersebut menghasilkan spora. Spora tersebut lalu tumbuh menjadi protalium. Nah, protalium ini merupakan organisme fase gametofit berbentuk talus berukuran kira-kira 1-2 cm dan hanya berumur beberapa minggu. Apa yang dimaksud dengan bagian sporofit dan bagian gametofit pada tumbuhan paku? Gametofit adalah fase tumbuhan lumut yang menghasilkan gamet. Sporofit adalah fase tumbuhan lumut yang menghasilkan spora. Apa itu tumbuhan paku sporofit? Fase sporofit merupakan fase tumbuhan paku untuk menghasilkan spora. Fase sporofit pada tumbuhan paku merupakan fase yang dominan karena fase hidupnya lebih lama. Tumbuhan paku memiliki 2 jenis daun berdasarkan fungsinya yaitu sporofil sebagai penghasil spora dan tropofil untuk fotosintesis. Apa saja yang terdapat pada tumbuhan paku? References Pertanyaan Lainnya1Manajemen keuangan meliputi apa saja?2Bagaimana peranan bioteknologi dalam meningkatkan produktivitas pangan?3Bagaimana ciri-ciri usaha yang baik?4Apa saja yang merupakan gerak rangkai dalam senam lantai?5Bagaimana dampak dari literasi digital ini bagi dunia pendidikan?6Mengapa kita harus berpegang teguh pada Al Quran dan hadits?7Unsalted butter Elle Vire untuk apa?8Bagaimana cara membuat peta minda yang menarik?9Ada berapakah jumlah pemain dalam permainan softball untuk satu regu * A 6 B 7 C 8 D 9?10Bagaimana cara mengatasi konflik sosial di masyarakat yang efektif?
. vz20ymbv33.pages.dev/390vz20ymbv33.pages.dev/74vz20ymbv33.pages.dev/204vz20ymbv33.pages.dev/381vz20ymbv33.pages.dev/396vz20ymbv33.pages.dev/238vz20ymbv33.pages.dev/56vz20ymbv33.pages.dev/27vz20ymbv33.pages.dev/189
ciri generasi sporofit pada tumbuhan paku adalah sebagai berikut kecuali